Yaya Montella
Keep U'r sMiLe n aLways be Spirit...!! (^_^)/
Rabu, 28 Oktober 2009
Kerinduan...
Biarlah biarlah semua berlalu seperti waktu.
Dan kini hadapi semua walaupun itu perih" (Andra & the Backb0ne - PERIH)
Hmmm,,
mendengarkan lagu pengantar tidur... Nyetel radi0,, semuanya muter lagu yg sl0wly 'n lagu2 yang ngangenin...
Dah setengah 1 malem,, gak bisa b0b0... aku menc0ba menikmati rasa kangen yang sedang mengaduk-ngaduk hatiku (send0k kalee..Hehehe..)
Kangen sahabat2Q,, kangen masa2 sek0lah..
Kangen teman2 kampusQ,, kangen masa2 kuliah..
Kangen ngemig bersama anak2 r0manisti di r00m r0manisti...
Kangen saat2 bersama mereka..
Bersama mereka aku bahkan bisa melupakan kesedihanku.. Sedih berganti ceria,, marah berganti lelucon,, tangis berganti tawa..
Kangen kebersamaan keluargaQ,,
kangen ngumpul d ruang tengah tiap pagi bangun tidur dan sh0lat maghrib. Kangen makan malam bersama..
Kangen kasih sayang dan senyuman mama,, kangen kakak yang suka ng0mel2,, kangen papa yang selalu memperhatikanku dan selalu berantem sama aku kalau n0nt0n tv,,.Hehehe...
Kangen alm. TanteQ tersayang... Tak terasa dah 17 hari dia meninggalkan kami..
Ma2niniQ sayang,, Saat aku sendirian dirumah,,dia datang menemaniku.. Aku selalu mengg0danya biar dy marah... Aku rindu suaranya saat ng0mel2... Aku rindu ekspresinya saat dy kesakitan waktu aq cubit. Aku rindu mencium lengannya.. Aku rindu semua hal tentangnya....
Ah,, ternyata semuanya tinggal kenangan....
Masa lalu tak mungkin kembali lagi..
Kangen kekasihQ...
Tapi yang ini bukan masa laluQ,, tapi masa sekarang n InsyaAll0h masa depanQ juga...
Penenang hatiQ,, penyejuk jiwaQ saat rinduQ pada kenangan2Q terlalu menyesakkan dada...
Entah kapan aku bisa bertemu dengannya,, melihat matanya,, dan menggenggam tangannya.. Tapi aku yakin masa itu pasti akan tiba...
Ya Allah,, lindungilah 0rang2 yang aku sayangi dan yang aku rindukan...
Aku ingin menciptakan kenangan baru.. Kenangan indah,,yang bisa kukenang lagi kelak...
Jumat, 18 September 2009
Sepertinya, Persahabatan Memang Lebih Bernilai daripada Cinta

Persahabatan itu juga sebuah bentuk cinta, hanya saja dilengkapi oleh pengertian. Friendship is love, with understanding. Anda tentu pernah dengar bahwa cinta itu buta. Oleh karenanya, cinta bisa menghilangkan objektivitas, menggiring kita untuk berlaku tidak adil, termasuk kepada diri sendiri.
Persahabatan juga mirip-mirip sebenarnya. Seorang sahabat sejati, akan membela kita, apapun ceritanya. Tetapi bukan karena persahabatan itu buta seperti cinta. Ia hanya memilih menutup mata. Artinya, pilihan sikap itu dibuat dengan kesadaran.
Kemudian, cinta hampir selalu dicampuri oleh rasa ingin memiliki, bahkan menguasai. Padahal, sebuah hubungan yang sehat, apapun bentuk dan tingkat kedalamannya, seperti sudah sering digambarkan orang, adalah ibarat menggenggam pasir. Jika pasir itu digenggam dengan tangan terbuka, held losely, setiap butirannya akan bertahan di telapak tangan. Begitu kita menggenggamnya kuat-kuat, justru karena tak ingin kehilangan sebutir pun, don’t wanna miss a thing gitu deh, butir demi butir akan “melarikan diri” dari sela jemarimu. Sementara butiran yang terjebak tak bisa meloloskan diri, mulai menebar perih di telapak tanganmu, dan pada akhirnya, tak pilihan lain kecuali melepasnya juga.
Nah, persahabatan, tidak seperti cinta, adalah holding losely itu, genggaman yang memberi ruang. Tetapi kalau ada yang mengganggu, kita tetap meringsek maju membela, lebih ganas dari beruang.
Terakhir, banyak persahabatan berakhir menjadi cinta. Sementara tak pernah terdengar, cinta yang berakhir menjadi persahabatan. Persahabatan yang sungguh-sungguh, tentunya, bukan basa-basi biar jangan terlihat terlalu terluka dalam konferensi pers di depan wartawan infotainment.
Jika demikian, sepertinya tak ada harapan untuk mengangung-agungkan cinta? Tidak juga. Mengapa tidak menjadikan orang yang kau cintai sebagai sahabat terbaikmu: yang kau sayangi dengan pengertian dan pemahaman, yang kau memilih menutup mata, menerima kekurangannya, bukan buta untuk terus memujanya tanpa pernah mau tahu siapa sebenarnya dia, yang kau genggam tangannya dengan genggaman ringan, buah dari kepercayaan dan keinginan untuk memberinya ruang menghirup bahagia, bukannya membuatnya jadi binatang piaraan yang disayang-sayang dalam kandang mewah bertabur kembang, yang sebenarnya hanya membuatnya.
http://www.untukku.com/artikel-untukku/sepertinya-persahabatan-memang-lebih-bernilai-daripada-cinta-untukku.html
Senin, 24 Agustus 2009
KEKUATAN AIR MATA

Tetesan air mata mengkomunikasikan sejumput pesan dengan makna-makna tertentu. Ia mengekspresikan suasana hati yang terdalam, sehingga nilainya begitu istimewa.
Dibandingkan dengan hewan, hampir semua yang keluar dari tubuh manusia tidak bisa dimanfaatkan, bahkan terkesan kotor. Sebab semuanya terkonotasi sebagai limbah atau sisa-sisa metabolisme tubuh.
Walau demikian, ada satu "benda" yang keluar dari tubuh manusia yang tidak dianggap sebagai kotoran. Orang-orang tidak merasa jijik melihat. Apakah itu? Dialah air mata. Jarang orang merasa jijik dengan air mata. Ketika melihatnya, respon yang timbul malah sebaliknya, jiwa kita bisa terguncang tatkala bulir-bulir air mata, terlebih dari pelupuk mata orang yang kita cintai, berjatuhan. Sebaliknya, orang-orang yang merasa (maaf) "jijik" dengan air mata atau tidak mengeluarkan air mata ketika kondisi "mengharuskannya" menangis, dianggap sebagai orang yang keras hatinya.
Ada kisah tentang seorang pemuda di majelis Rasulullah SAW. Ketika itu para sahabat menangis tatkala Rasulullah SAW menyampaikan untaian-untaian tausyiahnya, bahkan beliau sendiri menyampaikan nasehatnya dengan suara parau. Namun tidak demikian dengan sang pemuda, tak setetes pun air mata keluar dari kelopak matanya. Ia sendiri merasa aneh, sehingga menanyakannya kepada Rasul. Sebabnya, menurut Rasulullah SAW adalah kerasnya hati. Beliau kemudian menguraikan hal-hal yang saling bertaut hingga mengeraskan hatinya. Semuanya bermuara dari terlalu cinta dunia hingga melupakan akhirat.
Sesungguhnya, Allah SWT tidak pernah keliru menciptakan sesuatu. Dari tetesan-tetesan air mata ini saja, terkandung berjuta makna yang menyiratkan kasih sayang dan kemahaluasan ilmu Allah. Setidaknya ada dua fungsi penting air mata bagi manusia.
Pertama, untuk melindungi dan menjaga kesehatan mata. Apa jadinya kalau mata kita tidak mengeluarkan air? Pasti tersiksa. Kita tidak akan macet sehingga tidak bisa mengedip. Akibatnya, benda-benda dari luar akan berlomba memasuki mata, mulai dari udara, radiasi cahaya, debu, bakteri, virus, dan sebagainya. Mata pun akan terasa perih, panas, dan sakit. Jika dibiarkan, kerusakan mata tinggal menunggu waktu saja. Dengan air mata pula, mata kita terjaga kelembabannya serta terpenuhinya kebutuhan mata akan zat-zat yang diperlukan. Sebab air mata mengangkut unsur asam dan zat gizi ke mata. Air mata pun menjadi sarana untuk mengeluarkan unsur-unsur garam dalam tubuh.
Kedua, sebagai alat komunikasi serta pengekspresian emosi. Ketika seorang manusia lahir, hingga beberapa masa tertentu, air mata yang mengiringi tangisan menjadi alat komunikasi utama. Air mata sangat ampuh untuk menarik perhatian orang-orang yang ada di sekitarnya. Dengan air matalah seorang anak bisa "memaksa" sang ibu untuk memberikan air susu serta aneka perhatian.
Sebagai sarana mengekspresikan emosi, tetesan air mata mengkomunikasikan sejumput pesan dengan makna-makna tertentu. Ia mengekspresikan suasana hati yang terdalam, entah sedih, gembira, takut, atau sakit. Sehingga nilai air mata begitu istimewa, khusus, serta berkesan. Bukankah hati hanya bisa disentuh oleh hati lagi? Maka jangan heran, jika air mata bisa meluluhkan hati yang keras, serta menaklukkan sesuatu yang tidak bisa ditaklukkan dengan pedang.
Sesungguhnya, air mata pun bisa menjadi alat komunikasi yang sangat canggih antara seorang hamba dengan Tuhannya. Betapa tidak, tetesan air mata di jalan Allah bisa memadamkan kobaran api neraka. Rasulullah SAW bersabda, "Tidak akan masuk neraka, seseorang yang menangis karena takut kepada Allah."
Air mata bisa mendatangkan pertolongan Allah di akhirat kelak. Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa ada tujuh golongan manusia yang akan ditolong Allah pada Hari Kiamat, ketika tiada lagi pertolongan selain pertolongan dariNya. Salah satunya adalah orang yang menangis di keheningan malam ketika orang-orang terlelap tidur. Ia menangis karena besarnya rasa takut dan harap kepada Allah. Air mata pun bisa mempercepat ijabahnya do'a-do'a. Efek tetesannya mampu menembus batas-batas dimensi.
Karena itu, Rasulullah SAW mengingatkan, "Takutlah engkau akan do'a (termasuk air mata) orang-orang yang didzalimi, sesungguhnya tiada lagi jarak pemisah antara Allah dengan orang tersebut." (HR. At-Tirmidzi). Terlebih jika yang disakiti tersebut adalah orangtua kita sendiri. Na'udzubillah. Satu tetes saja keluar dari mata mereka, seumur hidup tidak akan bahagia hidup kita, sebelum mereka memaafkannya. Bukankah keridhaan Allah ada dalam keridhaan orangtua?
Itulah sebabnya, Rasulullah SAW dan para sahabat menjadikan air mata sebagai "bahasa sehari-hari" tatkala berinteraksi dengan Allah SWT. Tiada sehari pun yang mereka lewatkan tanpa menangis. Menangis bukan karena tak punya harta, kehilangan harta, atau sesuatu yang terkait dengan urusan duniawi. Mereka menangis karena cinta yang begitu besar kepada Tuhannya. Cinta yang bersumber dari kuatnya raja' (harapan akan ridha dan kasih sayang Allah) yang terpadu dengan khauf (rasa takut akan murka Allah).
Karena efeknya yang sangat dahsyat, mereka pun sangat menjaga sikap dan tingkah lakunya, agar jangan sampai mendzalimi orang lain. Mereka sangat takut jika air mata orang-orang yang terdzalimi mendatangkan murka Allah kepadanya. Boleh jadi, inilah yang memotivasi Khalifah Umar bin Khathab untuk memanggul sekarung gandum dari Baitul Mal, ketika ia melihat seorang ibu dan anak-anaknya, yang notabene adalah rakyatnya, kelaparan. Begitu hebat efek dari air mata.
Dilihat dari perspektif ini, tak heran air mata dijadikan barometer untuk mengukur kadar keimanan seseorang. Ada banyak ayat Al-Qur'an dan hadits Rasulullah SAW yang mengungkapkan keutamaan menangis. Dalam Al-Qur'an misalnya, Allah menyifatkan orang-orang yang berilmu sebagai mereka yang apabila dibacakan ayat-ayat Allah, menyungkurkan muka mereka (bersujud) sambil menangis dan bertambah khusyuk (QS. Al-Israa' [17] : 109). Dalam ayat yang lain, Apabila dibacakan ayat-ayat Allah yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis (QS. Maryam [19] : 58).
Rasulullah SAW pun bersabda, "Setiap mata akan menangis di hari kiamat kelak, kecuali mata yang menangis karena takut kepada Allah, mata yang terpelihara dari hal-hal yang diharamkan Allah, serta mata yang berjaga di Jalan Allah."
Tidak salah jika kita mencucurkan air mata. Namun ketahuilah, air mata yang paling berkualitas adalah air mata yang keluar karena harap dan takut kepada Allah, bukan air mata karena mendapat promosi jabatan, bukan air mata karena gagal menjadi idola, dan sebagainya. Sebab, itulah air mata keimanan.
Sumber: arsip.kotasantri.com